Ini Publication tidak ada dalam bahasa Anda, Lihat di: Tiếng Việt, English,
Atau gunakan Google Translate:  

ECHO Asia Notes is a quarterly technical e-bulletin containing articles of interest to agriculture and community development workers in Asia.

This list contains articles from ECHO Asia Notes, many of which have been translated into regional languages.  

80 Edisi dalam Penerbitan ini (Menampilkan edisi 39 - 33)

Preventing Insect Damage of Stored Seed Using Low-Cost Control Options - 15 Februari 2019

This article is from ECHO Asia Note # 37.

Seed saving in sub-tropical and tropical climates is challenging. Without equipment designed to maintain dry and cool environments, the quality of seeds may quickly deteriorate. High temperature and humidity during storage increase seed metabolism and encourage the proliferation of seed-eating insects (Lale and Vidal, 2003; Upadhyay and Ahmad, 2011). Technologies such as refrigerators, dehumidifiers, and pesticides can help prevent these seed-damaging conditions, but may not be available to smallholder farmers in the tropics. Traditionally, many locally available treatments have been used to prevent insect pests. These treatments, typically added to seeds prior to storage, are meant to poison, damage, or discourage movement of insects around the seeds. Some treatments may effectively reduce insect growth, but they may also damage seed viability; it is important to identify which treatments are effective and appropriate for use by farmers. ECHO Asia research staff analyzed five low-cost treatments to determine their effectiveness in preventing the growth of a common seed storage pest called cowpea bruchids (Callosobruchus maculatus) in stored Lablab bean seeds (Lablab purpureus L.). In keeping with previous ECHO research by Croft et al. 2012, each treatment was also analyzed with and without vacuum sealing. 

Gracious Greetings from the New Regional Director of ECHO Asia - 15 Februari 2019

This article is from ECHO Asia Note # 37.

With deep gratitude, I wish to thank you all ECHO network members for continuous support of and participation in this ECHO Asia Notes published quarterly. Without your valuable participation, this newsletter would not sustain its wide readership and distribution, as well as its value addition to the different endeavors that we do as farmers, community development workers, teachers, managers, researchers, educators, social entrepreneurs, missionaries, trainers, leaders and others. To a significant degree, our inspiration and motives behind this quarterly publication hinge on our collective interests for information sharing, resourcing, networking and learning with and from each other. This is a public good that we, together, contribute to the greater society.

Rice Hull Gold - 10 On-Farm Uses of Rice Hulls - 15 Februari 2019

This article is from ECHO Asia Note # 37.

One of the great challenges of sustainable agriculture is the sourcing of adequate and affordable organic (carbon based) resources that can be used on-farm for the production of food and feed. Utilizing composts, manures, mulches, and other organic inputs from the farm is a challenge on its own, and the production of each often requires its own input of materials. These are materials that are often in direct competition of each other on the farm and a challenge to supply completely with smaller land holdings or available labor. A mulch for example, may be in direct competition with livestock fodder, thus making it a challenge to feed it out while still producing enough mulch. Using some of that same material to produce a compost or a fuel becomes even more challenging still.

Soil Amendments for Healthier Soils - 31 Oktober 2018

This article is from ECHO Asia Note # 36.

Soil chemical, physical, and biological properties range from those highly favorable to plant growth to those highly unfavorable to plant growth. It is rare—especially in the tropics—to find a soil in its natural state in which all properties are highly favorable to plant growth. Nevertheless, as long as there is sufficient soil depth to provide an adequately deep and well-drained root zone, proper amendment and management of soil properties can result in almost any soil becoming suitable for plant growth. Even naturally infertile soils and soils with very low water-holding capacity can produce extraordinarily high crop yields with proper management and inputs.

Integrasi Ternak untuk Pertanian Skala Kecil di Kawasan Tropis - 15 Mei 2018

This article is from ECHO Asia Note # 35.

Pengantar 
Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk membuat komplit keberlanjutan dari pertanian atau kebun Anda adalah melalui menyeimbangkannya dengan unit ternak berukuran kecil. Integrasi ternak sangat penting, ada dalam urutan #10 dalam buku saya Pertanian Berkelanjutan di Kawasan Tropis/Sustainable Agriculture in the Tropics. Jika Anda membaca Catatan ECHO Asia/ECHO Asia Notes, maka entah bagaimana kemungkinan besar Anda terlibat dalam hal bertani atau berkebun. Selain menghasilkan pangan untuk dikonsumsi atau bahan pakaian untuk dipakai, ternak menghasilkan pupuk yang murah dan berkualitas tinggi. Meskipun para ilmuwan telah mencoba meniru manfaat dari sistem peternakan terintegrasi tradisional, hasil-hasil terukurnya tidak selalu mudah ditunjukkan dalam uji coba lapangan. 

Penggunaan Biochar di Negara-Negara Sedang Berkembang: Kualitas, Tanah dan Pengukuran - 15 Mei 2018

This article is from ECHO Asia Note # 35.

D. Michael Shafer adalah pensiunan Profesor Ilmu Politik dari Universitas Rutgers di Amerika Serikat yang mendirikan Warm Heart Foundation pada tahun 2008. Beliau untuk pertama kali belajar tentang biochar di konferensi ECHO, pada tahun 2013. Sesudah itu Warm Heart mulai merancang dan menguji peningkatan alat pembuatan biochar yang hemat biaya dan berteknologi rendah untuk petani kecil. Pada 2017, Tim Warm Heart Biochar memenangkan World Energy Globe Award (Thailand) untuk pengembangan perusahaan-sosial biochar, sebuah model berskala-pedesaan. Tim ini baru saja meluncurkan perusahaan sosial untuk menjual produk biochar yang dihasilkan oleh petani di bawah nama merek "Rak Din." 


Dalam artikel ini, Dr. Shafer membagikan pengalamannya menggunakan biochar di negara sedang berkembang. Dia bertujuan untuk memfokuskan kembali studi biochar, memindahkannya dari laboratorium akademik ke konteks pertanian yang berlepotan lumpur di negara-negara sedang berkembang. Dia berharap dapat meyakinkan para praktisi pembangunan yang benar-benar “terjun langsung ke lapangan” bahwa mereka dapat membuat, menggunakan dan bahkan menguji biochar di lapangan. 

Metode yang Inovatif, Murah, dan Ramah Lingkungan untuk Melakukan Proses Pasteurisasi Media Jamur di Daerah Tropis dengan Menggunakan Kotak Styrofoam

This article is from ECHO Asia Note # 33.

Ringkasan 
Jamur seperti jamur tiram (Pleurotus ostreatus) biasanya ditanam dalam kantong plastik yang diisi dengan bahan organik yang mungkin mengandung limbah pertanian organik. Bahan tersebut harus disterilkan (dipanaskan hingga suhu di atas 100 °C) atau dipasteurisasi (dipanaskan hingga suhu yang lebih rendah, 60 °C atau lebih tinggi) untuk mencegah kontaminasi oleh kuman, virus, dan spora jamur. Namun, sterilisasi dan pasteurisasi adalah sesuatu yang menantang bagi petani skala kecil karena untuk melakukannya dibutuhkan energi. Biasanya petani skala kecil menggunakan metode sterilisasi menggunakan drum yang dipakai untuk memanaskan air sampai mendidih.Petani harus membeli atau mengumpulkan kayu bakar untuk memanaskan air (tugas yang membutuhkan banyak tenaga dan/atau mahal). Membuat atau membeli arang bahkan lebih mahal lagi. Selain itu, hasil sterilisasi menggunakan drum juga bisa tidak tetap/konsisten, tergantung pada perangkat dan kualitas kayu bakar yang digunakan. 


Perangkat pasteurisasi baru yang dikenalkan dalam artikel ini, mudah dibuat dan tidak mahal, tahan lama, mudah disiapkan, dan tidak membutuhkan energi dari bahan bakar fosil. Proses pasteurisasinya tidak membutuhkan pemantauan, sehingga hanya membutuhkan sedikit tenaga kerja. 


Daerah

Asia