Bahasa Indonesia (id) | Ganti Bahasa (Change Language)


1.    Lakukan isolasi pada babi yang menunjukkan gejala. Cegah kontaminasi silang ke babi yang lain. Kontaminasi bisa terjadi melalui peralatan, sepatu bot, pakan, dan sumber-sumber lain. lakukan disinfeksi barang-barang yang diperlukan. Penting bahwa peternakan Anda tidak menjadi pusat dari wabah yang kemudian menyebar lebih luas.

2.    Segera beri tahu petugas kesehatan hewan setempat. Meskipun hal ini dapat membuat peternakan Anda diawasi lebih ketat, namun tetap lebih baik jika Anda yang melaporkan adanya dugaan ini ketimbang jika pihak berwenang mendapati bahwa Anda ternyata berusaha menutup-nutupinya. Pejabat kesehatan hewan setempat juga akan memiliki informasi terkini untuk pengendalian dan dekontaminasi yang efektif.

3.    Ikuti saran dari pejabat kesehatan hewan setempat setelah mereka menguji dan memastikan infeksi virus ini – tindakannya mungkin akan mencakup pemusnahan wajib untuk semua babi yang ada di lokasi, kemudian diikuti dengan periode moratorium (yang berlangsung hingga satu tahun) sebelum babi baru dapat diperkenalkan kembali ke lokasi tersebut

4.    Ikuti saran dari petugas kesehatan hewan setempat, bangkai babi harus dibakar atau dikubur dengan kapur untuk mencegah penyebaran berbagai materi yang terinfeksi.

5.    Seluruh area peternakan, di dalam dan di sekitar area produksi babi, perlu didisinfeksi dengan benar menggunakan bahan disinfektan yang sesuai. Virus ini adalah virus yang “diselubungi DNA”, oleh sebab itu Virus Flu Babi dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama di lokasi (hingga satu tahun). Untuk mendapatkan informasi lebih mendalam, lihat sumber-sumber pengetahuan tentang disinfektan di Disinfectants for Use Against ASFV.

6.    Setiap bahan yang tidak dapat dibersihkan atau didisinfeksi secara memadai harus dibakar atau dikubur dengan kapur, seperti bahan alas tidur dan limbah/kotoran ternak.

7.    Hanya setelah mengikuti semua saran dari pejabat-pejabat kesehatan hewan setempat, dan dengan persetujuan selanjutnya, barulah bisa dilakukan upaya-upaya untuk mengisi kembali peternakan dengan babi-babi yang baru.

8.    Setelah babi-babi baru didatangkan ke lokasi, sebuah Rencana Biosekuriti Peternakan harus ditetapkan dan dipatuhi dengan ketat sehingga dapat dicegah terjadinya wabah berulang. 
 

  1. burying pigs

Daerah

Asia