This article is from ECHO Asia Note # 31.

Pendahuluan 
Ada berbagai ternak ruminansia berperut banyak yang mengagumkan. Mereka membutuhkan asupan gizi yang berbeda-beda. Ruminansia (hewan pemamah-biak—penerjemah) adalah mamalia berjari kaki genap, berkuku belah, berkaki empat, mamalia yang memamah-ulang makanan dari perutnya, dari sub-ordo Ruminansia (ordoArtiodactyla). Sapi, kerbau, kambing, dan yak adalah beberapa ruminansia yang ada di Asia Tenggara. 


Ruminansia mampu mencerna dan mengekstrak nutrisi dari pakan nabati. Caranya adalah dengan memfermentasi pakan tersebut di dalam perutnya melalui bantuan mikroorganisme yang menguntungkan, sebelum makanan itu dicerna (Gambar 1). Bahan pakan yang telah difermentasi ini kemudian dikembalikan ke mulut dan dikunyah lagi. Proses mengunyah hasil fermentasi dari perut (untuk semakin memecah materi nabati dan merangsang pencernaan) disebut ruminasi. Limbah dari ternak ruminansia berharga sebagai pupuk untuk menghasilkan produksi pakan hijauan yang lebih baik bagi mereka. Pupuk kandang ini harus digunakan di pertanian untuk menjaga kesuburan tanah. Salah satu manfaat dari peternakan terpadu adalah adanya hasil panen dan kesehatan tanaman yang lebih baik karena berlangsungnya daur ulang nutrisi di pertanian. 


Di pertanian skala kecil, tersedia banyak pilihan untuk memberi makan ternak ruminansia. Sebelum memilih strategi pemberian pakan yang pas untuk situasi Anda, pastikan bahwa manfaatnya akan lebih besar daripada kerugiannya. Setiap peternakan adalah unik, dan petani harus menentukan teknik yang paling tepat dan paling hemat biaya untuk memenuhi kebutuhan masing-masing.