This article is from ECHO Asia Note #28

Bagi petani dan peneliti di daerah tropis, penyimpanan benih bisa mendatangkan frustrasi berat. Di provinsi Mondulkiri, petani jarang bisa menyimpan benih lebih lama dari enam bulan, antara masa panen dan musim tanam baru. Benih yang disimpan lebih lama dari masa enam bulan cenderung akan menyerap kelembaban dari udara sekitar yang ekstra lembab selama musim hujan sehingga kehilangan daya hidupnya, atau diserang oleh serangga hama yang berkembang biak dan menghancurkan benih tersebut. Di pusat sumber daya kami, kami ingin membangun persediaan benih dari berbagai jenis tanaman yang bermanfaat tanpa harus menanam masing-masing varietas tersebut setiap tahunnya. Namun, mirip dengan yang dialami para petani, benih kami dengan cepat kehilangan daya hidupnya atau dihancurkan oleh hama saat disimpan.


Pendinginan dan pembekuan sebagian besar benih ortodoks adalah metode yang sangat dikenal untuk memperpanjang umur benih, (Lihat ECHO Asia Note 14 “Vacuum Sealing versus Refrigeration”), namun metode ini tidak menawarkan solusi yang tepat di daerah seperti provinsi Mondulkiri yang listriknya, jika ada, tidak dapat diandalkan serta mahal. Dalam kemitraan dengan ECHO Asia dan dukungan dana dari Presbyterian Hunger Program, selama setahun terakhir para anggota staf di NtukNti telah melakukan penelitian untuk merancang dan menguji pilihan-pilihan yang tepat bagi penyimpanan benih. Dalam artikel ini kami membagikan beberapa temuan kami - metode tanpa listrik yang berguna untuk memperbaiki penyimpanan benih. Metode-metode ini bahkan dapat dimanfaatkan oleh petani yang paling miskin dan paling terisolasi sekalipun.


Read Online


Penyimpanan Benih di Kawasan Tropis: Pelajaran yang Diperoleh dari Jejaring

Ken Thompson

This article is from ECHO Asia Note #28

Bagi petani dan peneliti di daerah tropis, penyimpanan benih bisa mendatangkan frustrasi berat. Di provinsi Mondulkiri, petani jarang bisa menyimpan benih lebih lama dari enam bulan, antara masa panen dan musim tanam baru. Benih yang disimpan lebih lama dari masa enam bulan cenderung akan menyerap kelembaban dari udara sekitar yang ekstra lembab selama musim hujan sehingga kehilangan daya hidupnya, atau diserang oleh serangga hama yang berkembang biak dan menghancurkan benih tersebut. Di pusat sumber daya kami, kami ingin membangun persediaan benih dari berbagai jenis tanaman yang bermanfaat tanpa harus menanam masing-masing varietas tersebut setiap tahunnya. Namun, mirip dengan yang dialami para petani, benih kami dengan cepat kehilangan daya hidupnya atau dihancurkan oleh hama saat disimpan.
Pendinginan dan pembekuan sebagian besar benih ortodoks adalah metode yang sangat dikenal untuk memperpanjang umur benih, (Lihat ECHO Asia Note 14 “Vacuum Sealing versus Refrigeration”), namun metode ini tidak menawarkan solusi yang tepat di daerah seperti provinsi Mondulkiri yang listriknya, jika ada, tidak dapat diandalkan serta mahal. Dalam kemitraan dengan ECHO Asia dan dukungan dana dari Presbyterian Hunger Program, selama setahun terakhir para anggota staf di NtukNti telah melakukan penelitian untuk merancang dan menguji pilihan-pilihan yang tepat bagi penyimpanan benih. Dalam artikel ini kami membagikan beberapa temuan kami - metode tanpa listrik yang berguna untuk memperbaiki penyimpanan benih. Metode-metode ini bahkan dapat dimanfaatkan oleh petani yang paling miskin dan paling terisolasi sekalipun.


Daerah

Asia