This article is from ECHO Asia Note # 33.

Saya membaca kekhawatiran David Price tentang upaya mempromosikan tanaman hijauan yang bersifat invasif di Asia Note #25 dan ingin menanggapi berdasarkan pengalaman dan pengamatan saya sendiri. 
Tanggapan saya akan didasarkan pada prinsip-prinsip berikut: 

1.    Membantu petani miskin adalah sebuah tanggung jawab praktis sekaligus tanggung jawab moral.
2.    Tujuan utama aktivitas manusia adalah perbaikan kondisi manusia. Dengan demikian, pelestarian lingkungan alam TIDAK harus menjadi tujuan utama dari kegiatan-kegiatan pembangunan.  

Saya telah mempromosikan penggunaan dan perluasan semua spesies yang ada di dalam daftar David kepada petani-petani kecil, dalam beberapa kasus bahkan untuk selama 45 tahun terakhir. Saya ingin menanggapi keprihatinan David untuk masing-masing spesies yang terdaftar di Asia Note #25. Sekarang ini saya tinggal di Thailand Utara, jadi saya akan menggunakan contoh-contoh lokal, tetapi tanggapan ini juga berlaku setara untuk sebagian besar kawasan tropis lembab dan sub-lembab. 


Panicum maximum: Rumput Guinea  


Rumput Guinea benar-benar spesies yang sangat invasif, ditemukan tumbuh liar di sebagian besar kawasan lembab di dunia tropis. Namun spesies ini juga sangat bermanfaat bagi ternak ruminansia milik para petani kecil. Rumput ini dengan cepat menghasilkan pakan hijauan dalam jumlah besar yang berkualitas baik. Adakalanya, dalam beberapa kasus, rumput ini diabaikan oleh petani kecil. Rumput Guinea, khususnya varietas yang berukuran raksasa, tumbuh di sepanjang tepi jalan dan kawasan terlantar di Thailand Utara. Orang-orang sering dapat melihat penduduk desa yang miskin memanen pakan gratis dan berkualitas baik ini, lalu mengusungnya pulang ke rumah untuk memberikan rumput ini sebagai pakan bagi ternak mereka. Dalam pandangan saya, tidaklah bermoral untuk berharap agar para petani miskin itu tidak memiliki kesempatan ini. Tidak diragukan lagi, rumput Guinea memang telah menggusur beberapa spesies tanaman lokal, tetapi saya tidak melihat bagaimana hal ini dapat membahayakan petani miskin. Tanaman yang 
digusurnya adalah pakan hijauan yang lebih jelek, dan para petani miskin ini akan lebih B buruk keadaannya jika mereka hanya mengandalkan spesies asli lokal. 


Daerah

Asia