Produksi pertanian mandiri produksi pakan ayam  0

This article is from ECHO Asia Note #28

Pengantar
Kesuburan yang dihasilkan oleh sebuah pertanian turut menyumbang terwujudnya sistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Residu tanaman dan pupuk kandang merupakanbagian dari siklus hara untuk memproduksi tanaman serta membantu menurunkan biaya asupan melalui pengomposan termofilik, vermikultur, produksi bokashi, dan/atau pupuk hijau. Pakan yang dihasilkan oleh pertanian mandiri juga dapat mengurangi biaya karena para petani mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang memang sudah tersedia bagi mereka. Khususnya biaya pakan komersial skala kecil untuk memberi makan ayam bisa
sangat mahal. Dalam Catatan ECHO Asia kali ini, kita akan menggali berbagai alternatif pakan untuk beternak ayam skala kecil.
Di seluruh dunia, bahan pakan ayam bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lain. Seleksi bahan pakan biasanya didasarkan pada ketersediaan, kualitas, dan biaya. Beberapa bahan digunakan berdasarkan prinsip-prinsip ilmiah, seperti protein kasar vs. protein yang dapat dicerna, namun perlu diperhatikan bahwa banyak di antara bahanbahan ini yang manfaat nutrisinya belum diteliti atau dibuktikan dengan baik. Ayam adalah binatang omnivora dan bisa hidup baik di padang rumput, di dalam kandang, atau bahkan bisa juga berkeluyuran dengan bebasnya di lingkungan hutan. Dalam artikel ini, saya akan membagikan cara-cara untuk memaksimalkan pakan mandiri yang dihasilkan di pertanian untuk ayam yang dibesarkan di padang rumput, ditambah sebanyak mungkin memanfaatkan opsi pakan alami yang sesuai dengan situasi Anda. Kemudian saya juga akan menjelaskan bagaimana caranya mengintensifkan jatah pakan, seandainya Anda
hanya memiliki halaman berukuran kecil untuk ternak unggas atau jika unggas-unggas itu dikurung atau dikandangkan.


Daerah

Asia