Tentang Pusat Dampak

Asian Farm

"Pusat Dampak ECHO Asia (The ECHO Asia Impact Center) berupaya memperluas pelayanan ECHO untuk membantu mereka yang bekerja di tengah kalangan masyarakat miskin di Asia khususnya di bidang pertanian sehingga mereka menjadi lebih efektif. Pusat Dampak ECHO Asia utamanya berfungsi sebagai organisasi yang memberikan dukungan teknis untuk membantu organisasi-organisasi serta pekerja pembangunan masyarakat sehingga pekerjaan mereka menjadi lebih efektif.”


Layanan

  • Bank Benih ECHO ASIA menawarkan lebih dari 100 varietas tanaman yang belum sepenuhnya dimanfaatkan serta tanaman-tanaman penting bagi Asia;
  • Menjadi penyelenggara “Konferensi Pertanian dan Pengembangan Komunitas ECHO Asia (ECHO Asia Agriculture and Community Development Conferences) dua tahunan yang menawarkan pelatihan dan kesempatan berjejaring kepada jaringan anggota-anggotanya;
  • Facilitating regular regional workshops in the Asian Region, often in partnership with local organizations, to provide technical training and networking opportunities to the network;
  • Menerbitkan catatan teknis triwulanan (diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa daerah setempat) yang membahas topik-topik penting yang berkaitan dengan pertanian dan pembangunan masyarakat, serta penerbitan berkala Berita ECHO Asia (ECHO Asia News) yang menyoroti berbagai sumber daya dan kegiatan-kegiatan penting yang relevan dengan jaringan kerja sama yang ada;
  • Menyediakan beragam sumber daya teknis melalui kantor dan melalui KomunitasECHO.org;
  • Menawarkan respon-respon teknis kepada anggota jaringan yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai pertanian dan pembangunan masyarakat; dan
  • Menawarkan berbagai konsultasi kepada anggota jaringan sesuai kebutuhan khusus; dan
  • Keterlibatan dalam penelitian dan penyebaran informasi penting di tingkat regional.

 

 

Kontak:

Abram Bicksler, Director

Alamat Surat Menyurat:

Kantor: PO Box 64, Chiang Mai 50000 Thailand

Seed Bank: PO Box 12, Fang 50110 Thailand

Alamat kantor:

Office: 270/5 Tung Hotel Road Soi 6, T.Watget, A.Meung, Chiang Mai 50000 Thailand

Bank Benih/Seed Bank: 121 M.8, T. Mae Na Wang, A. Mae Ai, Chiang Mai 50280 Thailand

Asia Pembaruan

Proyek Kebun Sekolah Membawa Harapan bagi Siswa-Siswa Pengungsi 2016-02-09

Klub kebun sekolah dasar di Sekolah Internasional Dalat di Penang, Malaysia, mengulurkan bantuan bagi para pengungsi Rohingya dari Myanmar. Klub ini mengadakan pertemuan sekali seminggu untuk mempelajari tentang praktik-praktik berkebun yang baik dan prinsip di balik hidroponik. Para siswa tengah mengerjakan sebuah unit hidroponik portabel kecil yang mereka gunakan untuk menanam dua jenis bayam: bayam lokal dan bayam Brasil, dan kedua-keduanya tumbuh dengan baik.

Melalui instruktur mereka, Lisa Munson, para siswa telah memberikan dukungan untuk berbagi perangkat hidroponik ini dengan sebuah sekolah pengungsi di Penang sebagai cara untuk membantu siswa-siswa yang berada di sana. Para siswa juga berbagi pengetahuan yang mereka dapatkan mengenai berkebun dan pelestariannya dari eksplorasi langsung yang mereka lakukan.

Garden at Dalat International SchoolSebagian besar tanaman di sekolah pengungsi tumbuh dengan baik dan para siswa diberikan tugas untuk merawat tanaman-tanaman ini. Hal ini telah menjadi sebuah peluang yang positif bagi mereka. Meski demikian, karena adanya berbagai masalah yang melingkupi situasi para pengungsi, semua tanaman harus ditanam di balik pintu-pintu yang terkunci; sebab ada kemungkinan bahwa tanaman-tanaman ini akan dicuri apabila ditanam di luar. Kondisi di dalam ruangan telah menyebabkan beberapa tanaman mati, tetapi kelor, selasih, dan bayam tetap tumbuh dengan baik.

Sumber Daya Lainnya:

Sumber daya untuk hidroponik

Acara mendatang: Asia

Sumber terbaru: Asia

Intercropping Maize With Legumes for Sustainable Highland Maize Production

Abstract, 2018, Mountain Research and Development

Residue burning to prepare soil for maize growing deprives the soil of both protective cover and organic matter, and it exacerbates environmental issues such as Sou...

Intercropping for management of insect pests of castor, Ricinus communis, in the semi—arid tropics of India

Abstract, 2012, Journal of Insect Science

Intercropping is one of the important cultural practices in pest management and is based on the principle of reducing insect pests by increasing the diversity of an ecosyst...

Composite Fish Farming in West Bengal, India: Redesigning Management Practices during the Course of Last Five Decades

Abstract, 2018, International Journal of Aquaculture

Composite carp farming is a poly-species pond culture system in which three Indian major carps (IMC) (Labeo catla, Labeo rohita and Cirrhinus mrigala) are co-sto...

Determination of Protein, Lipid and Carbohydrate Contents of Conventional and Non-Conventional Feed Items Used in Carp Polyculture Pond

Abstract, 2014, Fisheries and Aquaculture Journal

A study was conducted during April’2010-September’2010 with a view to compare the protein, lipid and carbohydrate contents in conventional and non-conventional feed...

Optimization of stocking density for Azolla based carp polyculture pond

Abstract, 2016, International Journal of Fisheries and Aquatic Studies

The study optimized the stocking density for Azolla based carp polyculture ponds under 3 different treatments like T 1 : 10000 fish ha-1 , T 2 ...

Tentang Asia

"Mengapa Asia? Meskipun Asia mengalami perkembangan ekonomi yang cukup pesat selama tiga dasawarsa terakhir, luasnya wilayah, jumlah penduduk yang sangat besar, serta pertumbuhan ekonomi yang tidak merata, jumlah penduduk Asia masih merupakan dua pertiga warga miskin di dunia. Tantangan-tantangan regional yang terkait dengan kemiskinan dan kerawanan pangan mencakup:

Lebih dari 600 juta penduduk Asia hidup dalam kemiskinan absolut (jumlah pendapatan kurang dari US$1 per hari) dan 2/3 dari penduduk yang menderita kelaparan berada di Asia.

Meskipun peranan Asia dalam produk domestik bruto global diperkirakan akan mendekati 42 persen pada tahun 2015, wilayah ini masih tetap merupakan rumah bagi setengah dari penduduk miskin di dunia.

Pertumbuhan produksi padi, makanan pokok di Asia, telah melambat dan luasan lahan produksi padi menurun.

Kelangkaan sumber daya yang semakin meningkat (yaitu, air dan tanah subur) akan semakin menghambat pertumbuhan produksi pangan.

Pustaka:

Asian leaders issue poverty warning, International Herald Tribune, May 4, 2008; Reducing Poverty and Hunger in Asia: The Role of Agriculture and Rural Development, disunting oleh Nurul Islam, International Food Policy Research Institute, 2008. World Hunger Statistics, World Food Programme. 2014

Kalender [ Lebih Banyak ]